Kamis, 21 April 2011

makalah maharoh kalam,,

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Kalam adalah kemampuan dalam penguasaan kalimat secara terperinci dan jelas yang mempunyai pengaruh dalam kehidupan manusia. Karena melalui kalam, seseorang dapat berkomunikasi dengan orang lain, menyampaikan apa yang diinginkannya, dan seseorang dapat menunjukkan eksistensinya di hadapan manusia.
Kalam merupakan salah satu keterampilan bahasa dari keempat keterampilan berbahasa (istima’, kalam, qira’ah, kitabah). Kalam menempati urutan kedua dalam pembelajaran berbahasa. Karena idealnya seorang manusia belajar bahasa diawali dengan mendengar bahasa yang diungkapkan oleh orang-orang di sekitarnya. Kemudian ia mulai mengucapkan atau berbicara seperti apa yang telah didengarnya.
Melalui kalam, seseorang dapat menyampaikan pemikirannya kepada orang lain. Hal ini dikuatkan oleh semakin meningkatnya kebutuhan komunikasi dengan meningkatnya sarana komunikasi dalam pertengahan abad ini yakni setelah berakhirnya Perang Dunia II.
Oleh karena itu, pembahasan tentang kalam di setiap bahasa sangatlah penting untuk diperhatikan. Karena dengan perantaraan kalam, memudahkan kita dalam  bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain.


B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, maka kami merumuskan beberapa permasalahan berikut ini:
1.      Apakah pengertian kalam?
2.      Apakah tujuan mempelajari maharah kalam?

C.    Tujuan Pembahasan
Adapaun tujuan dari pembahasan dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Memahami pengertian dari kalam.
2.      Mengetahui tujuan mempelajari maharah kalam.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Maharah Kalam
Kalam (ucapan/percakapan) merupakan bentuk kegiatan berbahasa yang sangat penting bagi anak-anak maupun orang dewasa. Manusia lebih sering menyampaikan idenya melalui pembicaraan atau kata-kata (kalam) daripada melalui penulisan (kitabah). Sebagian besar komunikasi antar manusia lebih banyak menggunakan komunikasi lisan (kalam) daripada komunikasi tulisan (kitabah).
Pengertian kalam menurut bahasa adalah penjelasan atau ungkapan. Ungkapan ini digunakan untuk menyampaikan ide-idenya supaya orang lain dapat memahaminya.
Sedangkan pengertian kalam menurut istilah adalah seni memindahkan ide, perasaan, pengetahuan, kabar atau berita, dan pengalaman dari seseorang kepada orang lain yang mendengarkan atau yang diajak bicara agar orang yang mendengarkan tersebut dapat memahami apa yang disampaikan oleh pembicara.
Dasar dari sebuah bahasa adalah kalam (ucapan). Sedangkan menulis adalah usaha untuk mengungkapkan sebuah ucapan. Hal ini dibuktikan dengan beberapa hal berikut ini:
1.      Manusia bisa berbicara jauh  sebelum ia bisa menulis. Sebagaimana penulisan baru muncul pada masa terakhir dalam sejarah hidup manusia.
2.      Seorang anak telah belajar berbicara sebelum ia belajar menulis, yang nantinya akan ia dapatkan ketika di sekolah
.

3.      Semua manusia mampu berbicara dengan bahasa yang berkembang dimana ia tinggal, tetapi hanya sebagian saja yang mampu menuliskannya.
4.      Masih banyaknya bahasa yang diucapkan oleh manusia tetapi tidak tertulis.
Percakapan (kalam) sangatlah penting dalam pembelajaran bahasa. Karena kalam merupakan tujuan sekaligus sarana untuk memahami suatu bahasa. Sebagai tujuan dalam memahami bahasa karena di dalam percakapan (kalam) terdapat gambaran pokok materi pembelajaran bahasa. Dari pembelajaran kalam ini, seorang siswa akan mendapat bekal berbagai macam kosakata dan ungkapan-ungkapan yang dibutuhkannya dalam melakukan percakapan sehari-hari.
Percakapan sebagai sarana memahami suatu bahasa karena di dalamnya mengandung tarkib-tarkib nahwiyah. Dalam hal ini, siswa tidak hanya menghafal kosakata-kosakata yang ada atau memahami tata bahasanya saja. Akan tetapi, perlu adanya latihan atau pembiasan penggunaan kosakata tersebut dalam percakapan sehari-hari.
Menurut Jerome Bruner, alat instruksional dalam proses belajar mengajar ada empat, sehingga dengan alat tersebut memudahkan pengajaran pada maharah kalam, yakni:
1.      Alat untuk menyampaikan pengalaman “vicarious”, yaitu alat yang menyajikan bahan ajar kepada siswa yang tidak mereka peroleh langsung di sekolah. Misalnya: pembelajaran maharah kalam dengan melihat film-film, video, atau rekaman berbahasa arab. “Vicarious” berarti sebagai substitusi atau pengganti pengalaman yang langsung.
2.      Alat model, yang dapat memberikan kemudahan dalam proses belajar mengajar. Misalnya: pengajaran maharah kalam dengan metode berpidato, membaca berita, menyampaikan khutbah.
3.      Alat dramatisasi, yakni mendramatisasikan sejarah suatu peristiwa atau memerankan seorang tokoh. Misalnya: bermain peran dalam drama. Dalam sebuah contoh, siswa diberi tugas untuk berperan menjadi seorang guru.

B.     Tujuan Mempelajari Maharah Kalam
Maharah kalam (keterampilan berbicara) sangatlah dibutuhkan dalam mempelajari suatu bahasa. Berikut ini pemaparan secara rinci manfaat-manfaatnya:
1.      Dengan mempelajari maharah kalam, siswa mampu mengucapkan huruf-huruf yang sejenis bunyinya. Misalnya: ذكر – زكر.
2.      Siswa bisa mengetahui perbedaan pengucapan harakat yang pendek dan yang panjang.
3.      Mendorong siswa untuk bisa berkomunikasi dan bercakap-cakap dengan orang menggunakan bahasa Arab yang fasih dan lancar.
4.      Siswa mampu menguasai peran-peran kehidupan yang ada di sekitarnya. Sehingga jika siswa kembali ke kehidupan nyatanya, ia akan dapat berkomunikasi menggunakan kosakata atau ungkapan-ungkapan yang sesuai pada tempatnya. Misalnya, ketika ia berbicara di pasar, di sekolah dan di tempat-tempat lain.
5.      Meningkatkan kemampuan berpidato siswa. Dalam tahap pembelajaran kalam lebih lanjut, maka diharapkan siswa mampu menyampaikan pidato singkat atau menyampaikan pendapatnya mengenai suatu permasalahan tertentu.
6.      Meningkatkan kemampuan improvisasi (spontanitas) dalam berbahasa. Adanya kemampuan improvisasi berbahasa ini sangatlah penting.
7.      Membiasakan siswa agar dapat menyampaikan ungkapan-ungkapan baru yang lebih sopan.
Selain manfat-manfaat yang ada di atas, ada beberapa kelebihan-kelebihan komunikasi lisan (kalam) yang mendorong siswa agar lebih memperhatikan materi pembelajaran maharah kalam ini. Di antaranya adalah sebagai berikut:
1.      Komunikasi lisan (kalam) lebih dulu digunakan manusia daripada komunikasi tertulis (kitabah).
2.      Pembelajaran maharah kalam dapat membantu siswa untuk menyampaikan idenya secara lisan dengan spontanitas (langsung) tanpa harus berpikir panjang.
3.      Percakapan atau komunikasi lisan (kalam) digunakan oleh semua orang, baik anak-anak maupun orang dewasa, baik orang terpelajar maupun orang yang tidak berpendidikan, baik orang laki-laki maupun perempuan.
4.      Di dalam unsur-unsur kehidupan terdapat unsur kebebasan dan kebudayaan. Untuk memenuhi unsur-unsur tersebut diperlukan adanya komunikasi lisan dalam hal berdiskusi atau bertukar pendapat dengan orang lain dan kemampuan untuk memberikan persuasi kepada orang lain.
Dalam pembahsan di atas, telah dipaparkan secara jelas manfaat mempelajari maharah kalam dan kelebihan-kelebihannya. Dalam pembelajaran tersebut tentunya ada langkah-langkah agar dapat memahami dengan mudah materi tersebut. Langkah-langkah tersebut antara lain sebagai berikut:
1.      Pembelajaran kalam adalah praktek berbicara. Dalam hal ini siswa dibiasakan untuk sering menyampaikan ide atau kemauannya dalam bahasa Arab sehingga ia menjadi terbiasa. Hal ini juga akan menambah jumlah perbendaharaan kata yang dimilikinya.
2.      Siswa diminta untuk menceritakan pengalamannya dengan menggunakan bahsa Arab. Misalnya siswa menceritakan pengalamannya yang paling menyenangkan di hadapan siswa-siswa lain di depan kelas.
3.      Dengan berlatih terus-menerus, maka akan mengurangi kesalahan-kesalahan dalam berbicara.
4.      Pembelajaran kalam ini harus sesuai dengan tingkatan pendidikan siswa.

·         Pada tingkatan pemula, seorang guru mengharapkan siswanya untuk membiasakan menghafal percakapan dan mufradat-mufradat secara lisan yang sudah diberikan, menjawab pertanyaan-pertanyaan secara lisan.
·         Pada tingkatan menengah, dalam tingkatan ini seorang guru mengharapkan siswanya mampu untuk bisa membaca berita, mengungkapkan kembali sesuatu yang telah didengarkan, baik dari televisi, radio, role playing.
·         Pada tingkatan menengah atas, diharapkan pada seorang siswa mampu menyampaikan pidato, bermain peran dalam drama, seminar proposal.


BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
Kalam menurut bahasa adalah penjelasan atau ungkapan. Ungkapan ini digunakan untuk menyampaikan ide-idenya supaya orang lain dapat memahaminya. Sedangkan pengertian kalam menurut istilah adalah seni memindahkan ide, perasaan, pengetahuan, kabar atau berita, dan pengalaman dari seseorang kepada orang lain yang mendengarkan atau yang diajak bicara agar orang yang mendengarkan tersebut dapat memahami apa yang disampaikan oleh pembicara.
Tujuan kalam antara lain:
1.      Dengan mempelajari maharah kalam, siswa mampu mengucapkan huruf-huruf yang sejenis bunyinya. Misalnya: ذكر – زكر.
2.      Siswa bisa mengetahui perbedaan pengucapan harakat yang pendek dan yang panjang.
3.      Mendorong siswa untuk bisa berkomunikasi dan bercakap-cakap dengan orang menggunakan bahasa Arab yang fasih dan lancar.
4.      Dsb.

B.     Saran

Makalah ini hanyalah sebuah ulasan yang sangat sederhana sekali, jadi tentunya banyak sekali hal-hal yang belum tercantum dalam makalah ini. Tidak ada salahnya untuk pembaca yang kebetulan membaca makalah ini untuk lebih mencari lagi data-data yang lebih banyak baik dari buku maupun dari media elektronik lainnya

DAFTAR PUSTAKA

Fadhil, Abdul Zaki.dkk. 2005. Dari sejadah ke kalam: kesusasteraan Islam dalam bahasan lepasan tiga kolej Islam, Volume 1. Jakarta: Darul Fikir
Tho’aimah, Ahmad Rusydi. 1989. Ta’limul ‘arobiyah li ghoiri an-nathiqin biha. Mesir: Al-Ribath
Nasution, S. 2005. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara
Ali, Atabik.dkk.1996. Kamus Kontemporer Arab Indonesia. Yogyakarta: Multi Karya Grafika
http://alkhidmahpdpy.blogspot.com/2009/01/kesusasteraan bahasa arab.html Diambil pada tanggal 09 Maret 2011 pukul 17.00 WIB

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar